Thursday, March 17, 2016

Batu Pijakan Pertama Saya di Belanda

Pagi ini tiba-tiba telepon seluler saya yang sangat jarang sekali berbunyi tiba-tiba berdering. Wohoo masih jam 10 pagi siapa yang pagi-pagi telepon saya. Ternyata seorang staf dari biro kerja menghubungi saya dan menanyakan jika 30 menit lagi saya di jemput untuk bekerja di sebuah kebun bunga apakah saya sudah siap? Sontak saya terkejut sekaligus girang dan langsung bilang kalau saya siap buat langsung bekerja. Maka buru-buru tanpa mandi saya langsung merapikan diri dan menyiapkan bekal makan siang ala kadarnya. Setelah hampir 3 bulan mendaftarkan diri di Biro penyalur tenaga kerja tadi akhirnya saya dapat penggilan kerja pertama saya.

Sebelumnya saya datang ke Belanda dengan status wisatawan dengan masa berlaku visa hanya 3 bulan dan tidak dapat bekerja secara legal. Baru kemudian setelah saya mendapat visa MVV saya dapat tinggal di Belanda lebih dari 3 bulan dan mendapatkan Kartu Identitas Belanda serta nomer BSN yang wajib di miliki oleh setiap penduduk Belanda. Dengan nomer BSN inilah saya bisa membuka rekening Bank disini dan mencari pekerjaan. Nomer BSN saya peroleh sekitar 3 bulanan setelah saya datang ke Belanda dengan visa MVV. Hal pertama yang saya lakukan dengan nomer BSN tadi tentu saya langsung membuka rekening Bank dan mendaftarkan diri untuk asuransi kesehatan dan asuransi gigi. Selanjutnya dengan semangat 45 saya mulai mendaftarkan diri ke berbagai Agensi penyalur pekejaan. Saya mendaftarkan diri sebagai pencari kerja tanpa menyertakan ijasah pendidikan terakhir saya jadi yang saya sertakan hanya foto kopi Passport, KTP Belanda, Nomer BSN serta nomer rekening Bank.

Lama sekali saya menunggu tapi tidak juga ada kabar dari agensi yang sudah saya daftari tadi. Tapi saya enggak menyerah dan terus berusaha dengan mencari pekerjaan di Internet serta mengajukan lamaran kesana kemari. Akhirnya pekerjaan pertama yang saya dapatkan adalah sebagai loper Koran di akhir bulan Januari, 2016. Tapi itu hanya pekerjaan paruh waktu saja karena jadwal saya mengantar Koran hanyalah seminggu sekali yakni tiap hari Rabu saja. Kemudian saya mulai melakukan pekerjaan suka rela di beberapa organisasi dengan pekerjaan utama berkebun.

Uang Euro pertama yang saya hasilkan adalah dari membikin snack dan makan siang buat teman satu kantor suami. Biarpun jumlahnya tidak seberapa tapi receh-receh yang saya hasilkan dari hobi memasak saya tadi betul-betul sesuatu banget buat saya. Tak lain karena saya hobi memasak dan karena saya memiliki impian agar suatu saat nanti saya bisa menghasilkan uang dari rumah dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berbasis hobi.

Dan hari ini untuk petama kalinya saya bena-benar melakukan sebuah pekejaan. Well, status saya masih sebagai pekerja freelance alias pocokan yang akan di hubungi ketika sebuah perusahaan mengalami kekurangan tenaga kerja untuk waktu tertentu saja. Tempat kerja saya hari ini adalah sebuah perusahaan bunga karenanya saya bekerja di kebun bunga. Kebun bunga ini terletak lumayan jauh dari pusat kota karena memang berada di tengah-tengah tanah pertanian karenanya perusahaan menyediakan fasilitas antar jemput untuk karyawannya.

Saya bekeja dari jam 11.30 hingga jam 17.00 dengan 45 menit istirahat makan siang dan coffebreak. Jadi hari ini saya bekerja selama 5 jam saja. Biarpun cuma 5 jam tapi badan saya sudah basah kuyup dengan keringat. Tak lain karena kami bekerja di dalam rumah kaca sehingga suhu udara di dalam rumah kaca terbilang cukup hangat. Dan pekerjaan berkebun itu diam-diam cukup melelahkan juga. Namun entah mengapa hati saya riang gembira dan menikmati pekerjaan ini.

Teman kerja saya mayoritas adalah immigrant dari Polandia. Mereka adalah perempuan muda dengan wajah cantik jelita ala boneka Barbie dan hebatnya lagi sekalipun memiliki wajah cantik jelita tapi mereka sangat bersemangat dalam bekerja sekalipun harus bekerja keras di Tanah pertanian seperti ini. Orang-orang Polandia memang terkenal sebagai pekerja keras. Mereka datang ke berbagai Negara maju di dunia dan besedia melakukan pekerjaan apapun demi mendapat penghasilan yang lebih baik dari apa yang bisa mereka hasilkan di Negara mereka sendiri. Makhlum di banding Negara-Negara Eropa lain Polandia termasuk tertinggal namun belakangan perekonomian di Polandia mulai mengalami kemajuan. Selama bekerja para perempuan Polandia tadi terus bersenda gurau dan tertawa agar waktu kerja mereka tidak terlalu terasa berat. Sayangnya mereka tidak bisa berbahasa Belanda maupun Inggris. Mandor kerja kami adalah seorang pria Maroko yang fasih berbahasa Polandia. Alhasil mereka tidak memiliki kebutuhan untuk belajar bahasa Belanda untuk komunikasi sehari-hari.

Hari ini ada 3 orang tenaga freelance yaitu saya, seorang perempuan China yang tinggal 15 menit jauhnya dari rumah saya serta seorang perempuan Polandia berusia 40an tahun. Karena terburu-buru perempuan China tadi tidak sempat membawa bekal apapun. Untungnya saya yang juga terburu-buru sempat membawa sebuah apel, dan 2 buah roti isi dan jus buah yang bisa saya bagi bersama teman china tadi. Di kebun terdapat sebuah kantin yang hanya menyediakan mesin pembuat kopi jadi untuk makanan tiap orang harus membawa bekal mereka sendiri-sendiri.

Selama bekerja Mandor kami terus mengawasi kami bertiga dengan teliti. Tentu saja karena kami adalah anak baru. Namun kata Mandor tadi saya kerjanya rapi dan cepat sekali. Waah senangnya baru pertama kerja dan saya sudah dapat pujian. Saya jadi makin semangat bekerja sekalipun capeknya luar biasa dan badan makin basah kuyup oleh keringat.

Akhir cerita kami pulang dengan menaiki mobil milik perusahaan dan saya turun tak jauh dari halte tram yang akan membawa saya sampai di rumah. Rasanya ingin sekali saya segera bisa mencium bantal karena capek luar biasa. Tapi ketika pintu rumah saya buka, 2 anak saya, Tiny dan Tiger sudah mengeong-eong mencari Mommy mereka yang seharian tidak namak batang hidungya. Langsung deh cuci mangkok makan mereka dan isi dengan makanan kesukaan mereka. Kemudian ganti baju dan siap-siap masak Opor sayur atau kalau kata suami adalah Yellow chicken stew. Kareplmu lah Paijo mau kasih nama apa ke opor sayur ini. hehehe.

Pesan dari suami, rajin dan semangat bekerja karena tiap sen yang saya hasilkan di Belanda adalah rejeki bagi keluarga di Indonesia. Dan memang dari dulu saya bertekad bulat bahwa sebagai perempuan saya harus bisa mandiri. Kehidupan saya sudah di tanggung oleh suami karenanya sedikit uang yang bisa saya hasilkan adalah extra untuk kepentingan sodaqah atau membantu keluarga di Indonesia. Dan pesan suami lagi, tahun depan yaitu 2017 ketika kami akan mulai program anak kemungkinan saya sudah tidak bisa bekerja diluar sebebas sekarang. Karena yang suami inginkan saya bisa total sebagai ibu bagi anak-anak kami kelak. Jika toh saya bisa bekerja sebaiknya saya bekerja paruh waktu atau dari rumah saja. Iya, Abi saya akan mendengar pesan dari Abiku tersayang.

Oke deh untuk saat ini cukup disini dongeng tante dodolnya. hehehe. Saya mau kembali ke dapur bikin pesanan 20 biji pastel untuk teman kantor suami besok pagi. Fyuuuuhhh... Semangat!!!

Friday, March 11, 2016

Super Gampang Mie Ramen


Sebenarnya kemarin ketika belanja ke supermarket tangan saya sudah sempat menggapai satu pak Indomie. Kemudian ketika di kasir suami lihat saya mengeluarkan mie instant dari keranjang belanjaan dan langsung mengingatkan kalau mie instant tadi tidak seharusnya masuk dapur kami. Huuuuufff... !!!! Oke deh suami ada benarnya juga karena saya memang sedang berusaha keras untuk menghindari konsumsi bahan makanan yang serba instant. Tapi kalau mie instant sebenarnya saya suka diam-diam simpan di dapur toh saya cuma makan 2 bulan sekali atau paling banyak sebulan sekali. Tapi biasanya jika saya mau beli mie instant saya pasti pergi belanja di hari ketika suami ada di kantor. Karena pada umumnya saya belanja tiap hari rabu dan sabtu dimana suami libur ( 4 hari kerja dan 3 hari libur ). Baik pasar tradisional maupun supermarket tidaklah terlalu jauh dari rumah tapi suami suka banget menemani saya belanja selain sebagai kuli angkut belanjaan dia juga hobi banget jadi penasehat buat mengingatkan saya bahan makanan apa saja yang sebaiknya tidak saya beli. Makhlum dia memiliki daftar lumayan panjang soal makanan apa yang dia tidak suka dan mana yang dia suka.

Kembali ke masalah mie kuah. Akhirnya saya kembalikan mie instant tadi dan memilih untuk membeli sebuah mie telur kering. Jadi di rumah saya tinggal merebus mie tadi selama 4 menit kemudian membuah kuah atau bumbu sendiri. Saya tidak terlalu suka mie goring jadi seringnya saya akan bikin mie kuah. Ada beberapa resep kuah mie yang sering saya buat tapi kuah yang kali ini entah mengapa paling cocok di lidah saya.

Menurut saya yang bikin mayoritas masyarakat menyukai mie instant adalah karena kuah dari mie instant yang rasanya nendang. Sering kali jika lidah sudah terbiasa dengan rasa yang kuat macam pedas, asin, manis yang terlalu kuat seperti halnya bumbu perasa dari makanan instant atau junkfood biasanya lidah jadi susah untuk menerima rasa natural yang berasal dari bahan-bahan alami. Atau bisa jadi hal tersebut hanyalah persoalan sugesti saja. Misalnya jika sudah terbiasa masak pakai micin pasti ada yang mengganjal di hati jika masak tanpa micin. Resep ramen kali ini sangat mudah hanya saja jika lidah anda terlanjur memasang standart  rasa kuah mie instant di lidah anda maka resep ramen ini akan terasa plain di lidah. Tapi buat saya peribadi resep ini cocok banget di lidah disamping sehat dan super mudah. Berikut resep Ramen tante Dodol. :)

Bahan :
> 1 porsi mie rebus sesuai selera.
> Topping sesuai selera berupa sayuran, telur, daging, atau jamur. Dapat pula di kreasikan sesuai kebutuhan misal dengan tahu putih rebus, fish ball, bakso, dll. Saya adalah pengemar berat daun ketumbar. Baik di nikmati mentah atau di rebus daun ketumbar ini memiliki aromatika yang sangat segar.
> Kuah ramen super mudah =

¬ 2 gelas air putih.
¬ 3 siung bawang putih cincang kasar.
¬ 1 jari jahe geprek.
¬ 2 batang daun bawang potong besar.
¬ 1 sdt minyak wijen.
¬ Daging ayam secukupnya untuk rebusan atau bisa di ganti dengan kaldu ayam.
¬ Garam dan lada untuk perasa.

Langkah -langkah :
- Rebus air putih, masukkan seluruh bahan kecuali minyak wijen, garam dan lada.
- Masak hingga mendidih lalu tutup panci dan pindah api menjadi api kecil.
- Setelah daging ayam dirasa sudah matang dan mengeluarkan cukup aroma dan rasa untuk kuah maka angkat daging ayam dan sisihkan. Daging ayam ini dapat di iris tipis-tipis dan di jadikan topping.
¬ Tambahkan minyak wijen, garam dan lada secukupnya dan cek rasa.
¬ Jika rasa kuah sudah di rasa cukup maka saring kuah hingga yang tersisa hanyalah kuah bening kecoklatan.
¬ Tata mie rebus diatas mangkok, hias dengan topping dan tuang kuah.
¬ Sajikan selagi panas.

Selamat berkreasi. :)

Tuesday, March 1, 2016

Summer Rolls Vietnam


Summer Rolls Vietnam atau bahasa aslinya adalah Gỏi cuốn adalah makanan khas dari Vietnam yang berupa gulungan rice paper berisi sayuran mentah, mie bihun, serta udang atau daging babi bagian perut. Namun karena suami tidak mengkonsumsi udang atau babi maka untuk isian daging saya ganti dengan rebusan daging ayam yang kebetulan saya rebus di dalam kuah soto sehingga bagian luar daging berwarna kekuningan dan memiliki aroma herbs segar. Selain berisi sayuran segar, bihun dan daging summer rolls juga secara tradisional di isi dengan daun ketumbar. Bagi kaum vegetarian atau vegan irisan buah alpukat akan menjadi pilihan terbaik sebagai pengganti daging. Yumm. we love avocado so much!

Untuk kulit pembungkus mengunakan rice paper atau lembaran kertas terbuat dari tepung beras yang dapat anda beli di supermarket asia atau di tempat lain. Cara penggunaanya adalah dengan merendam rice paper tadi ke dalam air hangat hingga cukup lembek dan elastis untuk digunakan sebagai kulit rolls. Berikut adalah contoh rice paper yang saya gunakan.



Untuk resep kali ini saya mengunakan aneka sayuran segar yang tersedia di kulkas. Yaitu : Paprika, mentimun, selada, wortel, daun mint serta daun ketumbar. Silahkan berkreasi dengan sayuran yang tersedia di tempat anda. Jangan membatasi diri anda dalam berkreasi. Jangan lupa untuk mencuci bersih sayuran sebelum di potong bentuk korek api, ramping memanjang agar memudahkan dalam mengulung rice paper nanti.

Cara pembuatan adalah :
¬ Rendam rice paper ke dalam air hangat hingga lembek dan elastis.
¬ Letakkan rice paper di atas talenan atau piring.
¬ Tata sayuran, bihun dan daging di atas rice paper.
¬ Gulung rice paper rapat-rapat agar gulungan kuat dan erat. ( Video cara menggulung ini akan segera saya buat di youtube chanell saya. Tunggu ya. :-D )


Terakhir sajikan summer rolls ini dengan saus favourite anda. Yang jadi favourite keluarga saya adalah saus kacang dengan taburan wijen atau sambal kecap manis. Mudah, sehat dan ekonomis bukan? Selamat berkreasi. :-)



Friday, February 19, 2016

Casserole Buncis Kesukaan Suami.


Berbeda dengan kebanyakan laki-laki yang mayoritas pecinta daging Suami saya adalah pecinta sayuran dan hewan. Yang kemudian menjadikan dia jadi semakin jarang makan daging. Sayur buncis sebenarnya bukanlah sayuran favorit dia tapi ketika buncis ini saya masak dengan cara di bikin casserole maka sajian ini tiba-tiba berubah menjadi makanan kesukaan Suami. Kalau ada casserole buncis ini kami bias makan tanpa karbohidrat. Seloyang casserole ini sudah lebih dari cukup dan tinggal menyajikan makanan penutup.

Ini dia resep casserole Buncis kesukaan suami saya.

Bahan :
¬ 500 gram buncis potong sesuai selera rebus hingga matang tapi jangan terlalu matang agar warna tetap hijau cerah.
¬ 2 buah bawang bombai iris memanjang dan tumis hingga kecoklatan seperti caramel.
¬ 2 sdm metega.
¬ 4 sdm tepung terigu.
¬ 1 kotak kaldu ayam bubuk ( bouillon).
¬ 2 cups susu cair atau air putih biasa juga tidak masalah.
¬ Bawang merah goring krispi secukupnya  atau sesuai selera.
¬ Garam dan lada secukupnya.
¬ Keju parut sesuai selera.

Langkah -langkah :
¬ Panaskan metega di api sedang.
¬ Tambahkan tepung terigu campur rata hingga keduanya menggumpal.
¬ Tuang susu cair atau air putih.
¬ Tambahkan kaldu atau bouillon.
¬ Kocok hingga merata di atas api sedang.
¬Terakhir tambahkan garam dan lada untuk perasa.
¬ Matikan api setelah campuran mengental
¬ Campur adonan dengan buncis, caramel bawang bombai, dan bawang merah goring.
¬ Tata di atas Loyang.
¬ Taburi dengan parutan keju jika tersedia.
¬ Panggang kurang lebih 20 - 30 menit di suhu 180'C.
¬ Sajikan selagi panas.

Selamat mencoba.


Thursday, February 11, 2016

Menjadi Saya


Mungkin ini adalah kali pertama saya menulis blog diluar pakem blog saya pada umumnya yang hanya berkisar dengan urusan dapur. Tapi di postingan awal blog ini saya beberapa kali sempat membuat blog perjalanan wisata saya di beberapa tempat. Sebenarnya masih banyak pengalaman wisata yang ingin saya bagi disini tapi sayangnya saya kerap kali tidak bisa fokus untuk menulis dan memilih untuk menulis resep masakan saya saja yang lebih praktis dan mudah. Soalnya kalau harus menulis jurnal perjalanan biasanya tulisan saya bisa melebar ke persoalan akomodasi, sejarah tempat yang saya kunjungi, kuliner di tempat tadi, kebudayaan dan tradisi masyarakat sekitar dan lain sebagainya. Saat ini saya adalah seorang istri dan ibu dari 2 ekor kucing dengan project renovasi rumah yang kami selesaikan seorang diri sehingga penyakit sok sibuk dan gagal fokus kambuhan kerap kali tidak terelakkan. Jadi beberapa kisah perjalanan wisata saya untuk saat ini masih akan saya simpan dulu di daftar todo list dan entah kapan setelah renovasi rumah sudah usai saya janji pada diri sendiri untuk lebih fokus menulis blog.
 
Namun kali ini tiba-tiba saya punya keinginan untuk mencurahkan beberapa uneg-uneg yang ada di hati. Atau lebih tepatnya sekedar berbagi perjalanan hidup saya sehari-hari di Belanda. Saya bukan siapa-siapa jadi tidak ada yang spesial dari hidup saya. Saya hanya perempuan muda yang tengah belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang kini menjadi rumah kedua bagi saya serta belajar menjadi seorang istri serta ibu yang baik bagi suami dan anak-anak kucing saya. Rumah pertama saya tentu saja kampung halaman saya di Indonesia. Yup, saya hanyalah seorang anak kampung biasa dari keluarga sederhana yang oleh nasib di beri kesempatan untuk melihat dunia.
 
Sering sekali saya mendengar orang berkata kepada saya, 'Wah enak ya tinggal di Belanda, aku juga mau tinggal di luar negeri'. Memang betul jika di banding dengan Indonesia, Belanda adalah negara kecil yang jauh lebih maju dalam segala hal. Sehingga saya mengamini soal kenyamanan hidup disini. Tapi bagi anda yang tinggal di Indonesia jangan langsung buru-buru berkecil hati. Kemajuan dan kenyamanan hidup di Belanda diraih setelah proses panjang perkembangan peradapan manusia. Itu berarti Indonesia yang saat ini menyandang gelar negara berkembang juga akan memiliki kesempatan untuk bisa menjadi negara maju layaknya negara-negara di dunia pertama macam Eropa. Namun tentu saja proses semacam itu tidak akan dapat di raih hanya dalam sekedipan mata dan tidak akan mudah. Rakyat dan pemerintah harus ikut bahu membahu bergotong royong untuk membangun bangsa yang lebih baik. Karenanya memupuk kerukunan serta kebhineka tunggal ikaan bangsa Indonesia sangatlah penting bagi kemajuan bangsa. 
 
Pertanyaan saya sekarang adalah, siapkah anda untuk tinggal di negara maju seperti halnya saya yang tinggal di Belanda ? Untuk memberi gambaran bagaimana hidup di Belanda maka ikutilah kisah saya di bawah ini dan bayangkan bagaimana kalau anda berdiri di kaki saya, bayangkan kalau anda hidup di bawah kulit saya. Hingga anda dapat melihat apa yang saya lihat dan dapat merasakan apa yang saya rasakan pada saat ini. Lalu di akhir cerita tanyakanlah pada diri anda sendiri siapkah anda untuk menjadi masyarakat modern yang hidup di negara maju?
 
 
 
Jika saya buka tirai jendela rumah saya maka yang akan saya temukan adalah pemandangan indah sebuah sungai kecil dengan barisan pepohonan di kedua sisinya. Air di sungai kecil itu bersih bebas sampah dan menjadi rumah bagi unggas liar macam burung, bebek, angsa, dan lain sebagainya. Rerumputan hijau di sekelilingnya akan berubah menjadi aneka warna di kala musim panas tiba oleh bunga-bunga liar. Tiap sore banyak sekali warga yang mengajak anjing mereka jalan-jalan disekitar rerumputan hijau ini. Jika anjing tadi buang kotoran di jalanan atau tempat umum lainnya maka si pemilik berhak untuk memungut kotoran tadi ke dalam kantong plastik dan membuangnya ke tempat sampah. Tak jauh dari perempatan jalan ada tempat pembuangan sampah yang berupa kontainer dalam tanah terbagi dalam 4 kontainer. Yaitu sampah rumah tangga dan plastik, sampah kaca, sampah kertas dan sampah kain. Harus di pisah-pisahkan agar mempermudah proses daur ulang.
 
Indah bukan tempat tinggal saya jika dilihat dari jendela rumah saya. Apakah anda ingin tinggal di area seperti ini juga? Pertanyaanya adalah :
1. Siapkah anda menjadi warga tertib pajak? Pajak di Belanda terhitung sangat tinggi dan lingkungan indah yang saya miliki di tempat tinggal saya adalah salah satu hasil dari pajak yang kami bayarkan.
2. Siapkah anda untuk menjadi warga yg tertib sampah? Buang sampah sembarangan sepertinya sudah sangat mendarah daging di Indonesia. Sepertinya tidak ada satupun sungai di Indonesia terutama di kota besar yang bebas dari sampah. Bersediakah anda untuk lebih peduli terhadap sampah dan limbah. Tidak hanya dengan membuang sampah dan limbah di tempatnya tapi juga untuk mendaur ulang dan mendaya ulang sampah.
3. Siapkah anda untuk lebih peduli kepada makhuk hidup lain dan tidak hanya peduli pada diri anda sendiri saja? Hewan-hewan liar yang ada di lingkungan saya ini kelangsungan hidupnya sangat dilindungi oleh undang-undang dan disediakan fasilitas untuk membuat hidup para hewan lebih nyaman. Ingat bahwa planet bumi ini bukan hanya milik kita saja melainkan milik seluruh makhluk hidup serta alam. Jika kehidupan sudah kehilangan keseimbangannya maka yang akan timbul hanyalah bencana dan mala petaka belaka.
 
Beralih ke tempat lain. Mari melangkah ke pintu depan rumah saya agar anda bisa mengenal tetangga-tetangga saya. :-)
 
Disebelah kanan saya ada pasangan hidup bersama selama hampir 7 tahun tanpa pernikahan dengan seorang anak perempuan berumur 5 tahun dan saat ini si perempuan tengah hamil tua anak ke dua mereka. Di Belanda entah menikah atau tidak ketika 2 orang manusia sudah sepakat untuk hidup bersama dengan komitmen maka oleh pemerintah keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama layaknya pasangan suami istri. Anak hasil hubungan tanpa nikah memiliki hak yang sama pula dalam segala bidang dengan anak-anak yang berasal dari pernikahan resmi.
 
Lalu di sebelah kiri saya ada 2 rumah yang di kontrakkan. Yang satu di kontrak oleh seorang mahasiswa muda sementara rumah kontrak yang satunya di huni oleh pasangan lesbian yang nampaknya masih mahasiswa juga. Di Belanda pernikahan sesama jenis adalah Legal dan dilindungi oleh undang-undang. Sehingga diskriminasi terhadap kaum LGBT adalah melanggar hukum. LGBT di Belanda dapat menikah secara resmi, dapat pula mengadopsi anak, boleh juga mengikuti proses bayi tabung, dan belakangan boleh juga untuk mendonorkan darah. Tiap satu tahun sekali seluruh negeri berpesta di Amsterdam untuk merayakan Gay Pride Parade. Yaitu hari dimana masyarakat merayakan hari dimana akhirnya kaum LGBT mendapat hak mereka untuk mengekspresikan gaya hidup mereka dan untuk hidup bahagia bersama pasangan pilihan hidup mereka tanpa terdiskriminasi.
 

 Pertanyaannya sekarang adalah siapkah anda dengan legalisasi hak asasi manusia macam itu? Siapkah anda jika disekeliling anda ada pasangan sesama jenis atau pasangan tanpa nikah? siapkah anda jika anak anda suatu saat mengaku kalau dirinya adalah gay atau lesbian? Karena disini hak LGBT di lindungi oleh undang-undang sehingga anda sebagai orang tua sekalipun tidak memiliki hak untuk mendiskriminasi apa lagi melarang dan menentang anak anda jika dia secara biologis adalah gay, lesbian, biseksual atau transgender. Siapkah pikiran anda berkembang dan terbuka untuk bisa menerima serta menghormati hak asasi manusia? Karena disini orientasi seksual seseorang sama seperti kepercayaan agama seseorang adalah hak asasi manusia yang dilindungi dan kita sebagai masyarakat memiliki hak serta kewajiban untuk saling menghormati satu sama lain.
 
Beralih ke persoalan lainnya. Di Belanda pemerintah tidak mengatur soal kepercayaan masyarakat. Berbeda dengan di Indonesia dimana agama di cantumkan di dokumen data diri penduduk dan kita punya departmen agama dan segala-galanya harus di disesuaikan dengan aturan agama. Tidak halnya dengan di Belanda. Agama adalah urusan yang sangat pribadi dan merupakan hak asasi manusia. Agama boleh dijadikan alat untuk berorganisasi misal jika ada yang ingin mendirikan organisasi keagamaan, mendirikan tempat ibadah, dll. Namun tidak ada kewajiban bagi tiap warga negara untuk memeluk agama. Entah apa agama anda atau bahkan tidak beragama sekalipun disini bukan masalah. Sejauh kegiatan anda tidak merugikan atau mengganggu keamanan atau keharmonisan hidup bermasyarakat maka tidak akan pernah ada masalah. By the way, wali kota di tempat saya, Rotterdam, adalah seorang muslim asli Marroko. Ketua Tweede Kamer terbaru juga seorang perempuan muslim. Perlu di ketahui pula jika toleransi masyarakat Belanda sangat tinggi sekali.
 
Nah, pengalaman saya di Indonesia. Suami saya sering mengeluh tidak bisa tidur karena suara berisik dari tempat ibadah yang menggunakan pengeras suara untuk berdoa. untuk hal semacam itu di Belanda akan sangat di larang sekali. Lalu siapkah anda sebagai pemeluk agama untuk bisa menghormati agama orang lain atau bahkan untuk menghormati keputusan seseorang untuk tidak beragama? Bisa kah anda membiaskan diri untuk hidup rukun kepada sesama manusia tanpa membedakan apa agama, ras, dan suku bangsa orang lain?
 
Pertanyaan - pertanyaan tadi tentu saja hanya anda sendiri yang bisa menjawab. Jadi masihkah berfikir kalau tinggal di luar negeri itu enak dan masih inginkah anda tinggal di luar negeri dengan konsekwensi seperti diatas? Yakni dengan konsekwensi anda harus menjadi penduduk yang tertib dengan hukum dan tradisi disiplin serta harus memiliki pikiran yang sangat terbuka dan dapat menghormati perbedaan serta hak asasi manusia?
 
Kalau saya pribadi, saya adalah tipe orang yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Dengan satu pedoman dimana bumi di pijak disitulah langit di junjung. Maka ketika saya di Indonesia tradisi hidup masyarakat Indonesia akan saya hormati dan jalani semampu saya. Dan ketika saya ada di Belanda maka tradisi dan peraturan hidup di sinilah yang akan saya junjung dan jalani semampu saya pula.
 
Cukup untuk saat ini. Di postingan saya selanjutnya saya akan memuat tulisan soal Ganja. Yup, tanaman yang di Indonesia di anggap terlarang dan illegal tersebut dapat dengan mudah kita temukan di sudut-sudut jalan di Belanda karena ganja sudah legal di sini. Jika anda penasaran soal legalisasi Ganja di Belanda maka ikuti posting saya selanjutnya juga. :)
 
Semoga sedikit informasi yang saya bagi kali ini cukup bermanfaat dan menambah pengetahuan anda. Karena bumi ini tidak hanya tanah yang anda pijak. Masih ada daratan luas lain yang di huni oleh beraneka jenis manusia dengan kebudayaan dan tradisi mereka masing-masing. Semakin banyak dari kehidupan lain yang bisa kita lihat semoga semakin membuat kita lebih bijaksana dalam memahami kehidupan. Semakin banyak dari kita yang memiliki keinginan untuk saling memahami maka semakin lebar pula lah pintu menuju harmony terbuka bagi umat manusia. Karena rukun itu indah.
 
Salam Cinta dari Rotterdam.

Monday, February 1, 2016

Bola daging khas Belanda ( Gehaktballen )


Aiii..... aiii.. ternyata ada yang iri lantaran kemarin saya puas banget di dapur masak gudeg. Suami saya ingin juga saya masak makanan Belanda. Biar adil katanya. Padahal saya sudah mempersiapkan diri buat bikin Salisbury steak favourite keluarga. Tapi ternyata dia ingin menu Belanda buat malam ini. Ya sudah, bahan untuk membuat Salisbury steak akhirnya saya gunakan untuk bikin Gehaktballen alias bola daging Belanda. Kalau saya bikin bakso Indonesia suami sering protes juga lanteran menurut dia warna keabu-abuan dari bakso Indonesia sama sekali tidak merangsang selera makan dia dan bakso di lidah dia juga kurang tasty katanya. Bah, kalau Paijo itu memang gitu, susah kalau harus bias sepenuhnya menerima kuliner Indonesia sepenuhnya. Makanya kemarin saya senang banget waktu dia bilang Gudeg buatan saya lezat banget dan dapat nilai 9.

Okelah ini dia resep Gehaktballen alias bola daging khas Belanda.
By the way, resep yg asli tidak pakai keju tapi lantaran di kulkas saya masih ada banyak keju jadi saya kreasikan dengan mengisi bola daging saya ini dengan irisan keju mozzarella sama keju cheddar tua. Sebenarnya mau saya tambahin cabe juga tapi takut nanti yang ada isinya cabe enggak sengaja masuk ke piring makan Suami. Dia enggak tahan sama rasa pedas jadi saya enggak tega.

Bahan :
¬ Daging sapi giling 400 gram.
¬ 2 butir telur ayam ukuran sedang.
¬ 1 butir bawang Bombay cincang.
¬ 1/3 cup bread crumb ( saya pakai 2 lembar roti gandum yg saya panggang di wajan tanpa minyak hingga kering baru saya tumbuk halus ).
¬ Keju di potong kotak kecil untuk isian.
¬ 5 sdm metega.
¬ 1 gelas air kaldu sapi.

Bumbu :
¬ 1 sdt bubuk kari.
¬ 1 sdt lada bubuk.
¬ 2 sdt garam halus.
¬ 1 sdt bubuk bawang putih.
¬ 1 sdm saus worcestershire atau bias diganti dengan saus tiram.
¬ 1 sdm kecap manis.
¬ 1 sdt tepung maizena.
¬ 2 sdm air putih untuk melarutkan maizena.

Langkah-langkah :
¬ Campur daging dengan bawang bombai cincang, bread crumb, telur ayam, dan bumbu kecuali kecap manis.
¬ Setelah daging dan bumbu tercampur rata simpan di kulkas minimal 30 menit agar daging menyerap bumbu dengan sempurna.
¬ Setelah itu baru cetak bola bola daging seukuran bola meja ping pong.
¬ Isi bola daging dengan keju atau sesuai selera.
¬ Panaskan metega di atas wajan tumis.
¬ Setelah metega meleleh dan panas masukan bola daging ke dalam wajan tumis di atas api sedang.
¬ Jangan lupa untuk membalik bola daging agar seluruh lapisan bola daging matang sempurna.
¬ Setelah lapisan luar daging tampak mongering tanda sudah matang, kecilkan api.
¬ Tuang air kaldu ke atas wajan dan tambahkan kecap manis.
¬ Tutup wajan agar bagian dalam bola daging matang sempurna.
¬ Kira-kira setelah 10 menit bola daging akan matang sempurna.
¬ Angkat bola-bola daging dan transfer ke piring saji.
¬ Kali ini saya tambahkan aneka macam jamur untuk saus teman makan.
¬ Baru setelah jamur matang saya tambahkan larutan air + tepung maizena agar kuah mengental.
¬ Jika di perlukan tambahkan garam dan lada untuk penguat rasa.


Kali ini saya menyajikan bola daging ini beserta mashed potato dan rebusan sayuran. Nikmat di sajikan selagi hangat. Dan by the way lagi saya dikasih nilai 9 lagi sama suami buat bola daging ini. YAY!
Selamat mencoba. :)



Sunday, January 31, 2016

Gudeg Jogja tanpa daun jati/ Jackfruits stew


Akhirnya ada juga keinginan saya buat nulis blog lagi. Makhlum belakangan sedang sibuk bebenah rumah. Kebetulan saya dapat tugas untuk mengecat 2 pintu sekat dan 4 pintu build in almari jadi lumayan sibuk. Sampai-sampai tiap hari saya cuma sempat di dapur buat bikin makan malam ala kadarnya lantaran sudah capek. Tapi berhubung akhir pecan saya ingin sekali bias melepas penat dengan melampiaskan hobi masak saya. Langsung deh setelah pulang dari acara sumbangan untuk para pengungsi Syria tak jauh dari Stasiun kereta pusat Rotteram saya langsung saja menuju Supermarket Oriental. Dalam hati sudah bertekad bulat pengen banget masak gudeg jogja.

Kalau Gudeg khas Jogjakarta pada umumnya kering lantaran di masak selama kurang lebih 5 jam yang secara khusus di masak di api kecil ( di sarankan di atas tungku kayu berbahan batok kelapa kering) dan di masak di dalam kendi tanah liat. Tapi karena saya tinggal di apartemen jadi tidak mungkin untuk masak di atas tungku kayu dan tidak juga memiliki kendil tanah liat. Alhasil gudeg saya adalah gudeg ala kadarnya yaitu di bikin dari buah nangka muda kalengan dan di masak di atas kompor gas dengan panic biasa. Dan juga saya tidak masak gudeg saya selama 5 jam melainkan hanya 3jam saja. Soalnya suami pernah makan gudeg kering di Jogja dan dia tidak terlalu suka dengan tekstur kering si gudeg tadi dan pesan kalau masak kali ini dia minta di kasih kuah.

Suami saya agak susah untuk menikmati makanan Indonesia. Banyak yang tidak cocok dengan lidah dia. Paling mentok dia mau makan nasi goreng, mie/ bihun goreng dan tjap chai. Tapi ketika mecicipi gudeg kuah ini dia bilang gudegnya enak banget. Heel Lekker. Mungkin karena suami suka manis jadi gudeg ini cocok di lidah dia. Saya sendiri juga hampir enggak bias percaya kalau saya bias masak gudeg selezat ini. Iyalah, saya yang capek di dapur masak jadi saya kasih pujian buat diri sendiri juga kali. hehehe :D

Resep  Gudeg kuah ala Tante Dodol.

Bahan :
¬ 1 kg buah nangka muda kalengan atau segar di potong-potong.
¬ 5 Butir telur ayam.
¬ 3 Buah kantong teh celup. Kalau bias teh hitam ya.
¬ 500 gram daging ayam bertulang.Saya pakai sayap ayam. Cuci bersih. 
¬ 2 Cups santan kelapa kental.

Bumbu :
¬ 5 Lembar daun salam.
¬ 4 Buah daun serai di geprek.
¬ Laos 3 cm di geprek atau 1 sdm pasta laos.
¬ 4 Butir kemiri.
¬ 4 Buah bawang putih.
¬ 6 Buah bawang merah.
¬ 1 Buah bawang bombai ( pilihan).
¬ 150 gram gula jawa bisa di tambah jika anda suka manis.
¬ 1 sdt ketumbar bubuk.
¬ Garam secukupnya.

* Maaf bumbu saya tidak terlalu lengkap, resep yg asli mengunakan daun jeruk juga. Lantaran daun jeruk tidak tersedia di sini maka saya tiadakan.

Langkah -Langkah :
¬ Rebus buah nangka bersama telur dan teh celup kurang lebih selama 15 menit.
¬ Buang air rebusan nangka.
¬ Haluskan kemiri, bawang putih, bawang merah, bawang bombai dan ketumbar.
¬ Didalam panci susun buah nangka, ayam, telur rebus yang sudah di kupas,bumbu halus serta bumbu lainnya, gula jawa yang sudah di sisir, serta terakhir santan kelapa.
¬ Masak dengan api besar hingga kuah santan mendidih baru kemudian masak dengan api kecil hingga kuah menyusut.
¬ Jangan lupa untuk membuang teh celupnya. Hehehe. :)

Kali ini gudeg saya nikmati bersama nasi putih, tahu goreng, ayam goreng madu, sambal terasi dan krupuk udang. Sayangnya si krupuk udang sama sambal terasi enggak ikut nampang di foto soalnya sudah terlanjur saya bungkus ke dalam kantong plastic soalnya ini nasi gudeg mau saya antar ke tetangga saya yang kebetulan suka sama makanan Indonesia.

Selamat mencoba. :-)